Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.
Anak-anakku, Hari ini Bapak/Ibu ingin berbicara tentang seorang pencuri. Dia tidak mengambil ponselmu, dia tidak mengambil uangmu, tapi dia mencuri sesuatu yang jauh lebih berharga, WAKTUMU. Pencuri itu bernama kata “NANTI.”
Seringkali, saat ada tugas dari guru atau perintah dari orang tua, pikiran kita refleks berkata, “Ah, nanti saja, masih ada waktu.” Penyakit “nanti saja” ini adalah awal dari kegagalan.